Kembali ke Daftar Artikel

Topik Artikel: Baja Ringan
Card image cap

Proses Produksi Baja Ringan

Di era saat ini bahan konstruksi bangunan semakin berkembang pesat. Bahan-bahan bangunan yang konvensional digantikan dengan bahan bangunan yang lebih modern dengan kualitas terbaik. Salah satu transformasi bahan konstruksi bangunan modern adalah rangka atap baja ringan. Dahulu, masyarakat membuat rangka atap menggunakan kayu yang disusun. Sekarang, masyarakat memilih menggunakan rangka atap yang terbuat dari baja ringan yang dinilai lebih kuat dan tahan lama. Pemilihan menggunakan baja ringan untuk rangka atap bisa mencegah kerapuhan akibat terkena rayap dan tahan terhadap karat. Selain itu, dalam proses pemasangan baja ringan membutuhkan waktu yang singkat.

Untuk menghasilkan sebuah baja ringan yang beredar di pasaran saat ini, terdapat berbagai macam proses produksi baja ringan yang harus dilalui. Proses produksi baja terdiri dari hot formed dan cold formed. Proses hot formed steel (Baja canai panas) yaitu membentuk baja didalam suhu yang tinggi, sehingga bisa dibentuk sesuai dengan keinginan. Di proses ini, baja masih berat dan berpori akibat pengerolan pada suhu tinggi. Sedangkan proses cold formed steel (Baja canai dingin) yang biasa digunakan untuk baja berbentuk tipis atau baja ringan. 

Proses ini, baja diproduksi dalam suhu mendekati ruangan. Jenis baja canai dingin (cold formed steel) sering digunakan untuk rangka atap dan lantai, rangka rak penyimpanan, rangka batang, struktur tanpa rangka, rangka perumahan, batang penyangga, aplikasi dalam otomotif, rangka penyimpan seperti silo, dan rangka tabung. Dalam proses Cold formed steel (baja canai dingin), pelat baja mengalami metode pembentukan atau proses pabrikasi. Metode tersebut adalah brake forming, roll forming, punching. Mari kita bahas satu persatu proses tersebut : 


A. Brake forming : pada proses ini pelat baja mulai mengalami penekukan. Pelat baja diletakkan pada sebuah mesin yang bernama press brake dan ditekuk bagiannya secara bertahap. Setelah selesai ditekuk, pelat akan dikeluarkan dan dimasukkan pelat baja yang baru


B. Roll forming : sebuah proses dimana pelat baja melewati serangkaian roll hingga membentuk profil yang diinginkan. Semakin rumit profil yang diinginkan semakin banyak tahapan roll yang harus dilalui. Produktivitas proses roll forming sangatlah tinggi sehingga dalam waktu singkat profil dapat segera terbentuk.


C. Punching : pembentukan pelat baja dengan mesin punch atau pons. Dalam proses ini pelat baja diproses dengan tekanan tinggi, sehingga pelat baja akan dilubangi dan dibentuk. 

Proses ini biasa dilakukan pada pembuatan aksesoris atau komponen-komponen kecil dari baja ringan. Proses pembentukan suatu aksesoris biasanya akan melibatkan beberapa tahapan proses punching, sehingga untuk mempercepat prosesnya biasanya dibuatkan sistem progressive. Dengan cara ini proses punching akan berjalan secara berurutan melakukan berbagai tahapan pembentukan dengan die-set yang sudah tersusun secara berurutan juga.  Melalui serangkaian tahapan tersebut, akan menghasilkan sebuah baja ringan yang bermutu dan mempunyai kualitas tinggi. 

Seperti halnya dengan produk-produk baja ringan dari IBI Truss. Produk baja ringan IBI Truss sudah diproduksi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan produk-produk baja ringan dari IBI Truss. Produk baja ringan IBI Truss tersebar di beberapa kota di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai informasi produk dan penawaran menarik lainnya dari IBI Truss, langsung saja hubungi kami di 087854844507.

Kembali ke Daftar Artikel